Selasa, 16 September 2014

Rasaku Padamu

Orang baru yang masuk di kehidupanku

Mengisi hari dan waktuku

Mungkin rasa ini memang tumbuh begitu saja

Entah karena apa rasa ini tumbuh

Hari-hariku bersamamu

Keluh kesahku dan kamu

Celotehanku padamu

Aku senang bersamamu

Dan sedih saat berpisah denganmu

Jarakku denganmu mulai jauh

Namun perasaan ini tidak hilang

Malah semakin tumbuh

saat ini aku lebih bisa mengontrol perasaanku

karna akupun tidak ingin kamu tersakiti

senang mendengar kabar-kabar baikmu

walau itu bukan darimu secara langsung

Akupun mulai belajar hakikat memiliki dan jarak ini

Karna ini memang yang terbaik

Untuk menyiapkan segalanya

menuju keadaan yang lebih baik

Perasaanku padamu belum berubah

walau aku tak bisa melakukan apa-apa untukmu

hanya doa yang bisa ku beri

Tuhan, jaga orang yang ku sayangi, berikan yang terbaik padanya.

Aku sayang kamu, apakah kamu merasakannya? :)

Akankah kita dipertemukan kembali?

Dipertemukan di kondisi yang lebih baik :)

R.



Karna aku dapat merasa, yang berarti aku masih hidup.
Semangat melangkah, Tami!!
Jadi orang yang lebih baik lagi. Semangat!! Berjuang!! hoshh!!

TA.91714.148

Hilang Pergi Berpisah??

Benar2 di tempa dengan pelajaran tentang kehilangan kepergian perpisahan

Mungkin memang sebelumnya telah ada peristiwa itu namun yang sampai benar-benar merasuk hati adalah ditinggal IBU saat awal kelas 3 SMP. Itulah awal pertama aku merasakan hatiku hancur.
Merasakan tidak memiliki IBU. Kasih Sayangnya, Kesabarannya, semua akan terkenang.

Kelas 3 SMA pun kembali merasakan pedihnya lagi, NENEK juga pergi. Beliau yang peduli dengan caranya..

Pada saat semester 2 kuliah, kembali merasakan pedih yang begitu pedihnya, kehilangan BUDHE. Sosok yang selama ini menggantikan IBU, ikut pergi. Benar-benar hancur rasanya. Seakan sudah tidak ada harapan untuk meneruskan langkah, tujuan yang telah hancur, Tujuanku untuk mereka telah hancur. Keinginanku membuat mereka bangga saat aku menjadi SARJANA juga hancur, foto bersama saat WISUDAku juga hancur.

Dan dilinuran semester 4. ADEK juga ikut pergi. ADEK yang aku sayangi, walau sosok yang ada namun seakan tiada. Hancur semua harapanku.

Sekarang... untuk siapa aku melangkah? Demi siapa aku melangkah?
Namun, kenapa langkah ini tida dapat berhenti, kenapa perasaan hancur ini seakan tertutupi??

Terlalu banyak yang berkorban untukku, mungkin ini alasan mengapa aku tak bisa menghentikan langkah, karena harapan2 lain seiring datang.
Lakukan yang terbaik tami :) bergunalah untuk siapapun..
Mereka telah mengajarimu arti segalanya.
Kuat...aku akan selalu kuat..

Terimakasih untuk semua
Sampai jumpa di alam yang kekal nanti.
Aku akan menyelesaikan urusanku di dunia ini, hingga waktunya nanti kita dipersatukan lagi di keabadian selamanya.

Semoga kekuatan ini selalu ada :)

Tersenyumlah adek kecil. Bersemangatlah. Dunia ini terlalu indah untuk ditangisi.

TA.91714.126