Minggu, 12 Oktober 2014

Terimakasih rasa sakit ini

Terimakasih atas kejujuranmu
memang terasa sakit dan menyesakkan
saat seseorang meminta untuk melupakan dirinya
namun maaf mungkin saya tidak bisa melupakan
semakin memaksa lupa akan terus teringat
rasa sakit atas pernyataanmu itu seolah yang membuat rasa ini semakin menjauh

Terimakasih atas kata2 sakit itu
karna membuatku lebih tenang
perasaan yang kembali lagi
seperti sedia kala
diriku yang dulu

Welcome my life
aku menyukai duniaku
tanpa adanya sosok yang menetap dihati
tanpa ada sosok yg selalu dipikiran
\
Kata-katamu membuatku sadar
bahwa pikiran dan hatiku harus terfokuskan pada mereka
mereka yang menyayangiku dan membutuhkanku
bukan kamu yang tidak membutuhkanku
bahkan tidak menganggapku :)

Mungkin hadirku yang lalu cukup mengusikmu
maaf atas segalanya

Aku akan berjalan mengarungi semua ini
dengan perasaan seperti sedia kala
dan aku nyaman dengan rasa yang seperti ini
ini jauh lebih nyaman dan mengasikan
hingga suatu saat aku akan merasakan rasa yang sedikit menyesakkan hati karena masuknya seseorang dihati

Saat ini merangkai impian dan mewujudkannya adalah hal terbaik.
Banyak yang harus dilakukan
untuk bekalku suatu saat nanti


Hidup itu Belajar

Kehidupan selalu memberikan pelajaran
bahwa kita hidup tidak sendirian
Banyak pelajaran yang didapatkan
dari pengalaman sendiri
maupun pengalaman orang lain

Hidup untuk belajar
Mengerti hakikat hidup
Hidup untuk berbagi
berbagi kisah,rasa, dan yang kita miliki

Beginilah hidup
cukup memandang ke depan dan menjalani
semua akan berlalu
lakukan yang bisa dilakukan
meski tak nampak yang terbaik
setidaknya telah berusaha

Terimakasih Hidup :-)


TA.110.101314.

Selasa, 16 September 2014

Rasaku Padamu

Orang baru yang masuk di kehidupanku

Mengisi hari dan waktuku

Mungkin rasa ini memang tumbuh begitu saja

Entah karena apa rasa ini tumbuh

Hari-hariku bersamamu

Keluh kesahku dan kamu

Celotehanku padamu

Aku senang bersamamu

Dan sedih saat berpisah denganmu

Jarakku denganmu mulai jauh

Namun perasaan ini tidak hilang

Malah semakin tumbuh

saat ini aku lebih bisa mengontrol perasaanku

karna akupun tidak ingin kamu tersakiti

senang mendengar kabar-kabar baikmu

walau itu bukan darimu secara langsung

Akupun mulai belajar hakikat memiliki dan jarak ini

Karna ini memang yang terbaik

Untuk menyiapkan segalanya

menuju keadaan yang lebih baik

Perasaanku padamu belum berubah

walau aku tak bisa melakukan apa-apa untukmu

hanya doa yang bisa ku beri

Tuhan, jaga orang yang ku sayangi, berikan yang terbaik padanya.

Aku sayang kamu, apakah kamu merasakannya? :)

Akankah kita dipertemukan kembali?

Dipertemukan di kondisi yang lebih baik :)

R.



Karna aku dapat merasa, yang berarti aku masih hidup.
Semangat melangkah, Tami!!
Jadi orang yang lebih baik lagi. Semangat!! Berjuang!! hoshh!!

TA.91714.148

Hilang Pergi Berpisah??

Benar2 di tempa dengan pelajaran tentang kehilangan kepergian perpisahan

Mungkin memang sebelumnya telah ada peristiwa itu namun yang sampai benar-benar merasuk hati adalah ditinggal IBU saat awal kelas 3 SMP. Itulah awal pertama aku merasakan hatiku hancur.
Merasakan tidak memiliki IBU. Kasih Sayangnya, Kesabarannya, semua akan terkenang.

Kelas 3 SMA pun kembali merasakan pedihnya lagi, NENEK juga pergi. Beliau yang peduli dengan caranya..

Pada saat semester 2 kuliah, kembali merasakan pedih yang begitu pedihnya, kehilangan BUDHE. Sosok yang selama ini menggantikan IBU, ikut pergi. Benar-benar hancur rasanya. Seakan sudah tidak ada harapan untuk meneruskan langkah, tujuan yang telah hancur, Tujuanku untuk mereka telah hancur. Keinginanku membuat mereka bangga saat aku menjadi SARJANA juga hancur, foto bersama saat WISUDAku juga hancur.

Dan dilinuran semester 4. ADEK juga ikut pergi. ADEK yang aku sayangi, walau sosok yang ada namun seakan tiada. Hancur semua harapanku.

Sekarang... untuk siapa aku melangkah? Demi siapa aku melangkah?
Namun, kenapa langkah ini tida dapat berhenti, kenapa perasaan hancur ini seakan tertutupi??

Terlalu banyak yang berkorban untukku, mungkin ini alasan mengapa aku tak bisa menghentikan langkah, karena harapan2 lain seiring datang.
Lakukan yang terbaik tami :) bergunalah untuk siapapun..
Mereka telah mengajarimu arti segalanya.
Kuat...aku akan selalu kuat..

Terimakasih untuk semua
Sampai jumpa di alam yang kekal nanti.
Aku akan menyelesaikan urusanku di dunia ini, hingga waktunya nanti kita dipersatukan lagi di keabadian selamanya.

Semoga kekuatan ini selalu ada :)

Tersenyumlah adek kecil. Bersemangatlah. Dunia ini terlalu indah untuk ditangisi.

TA.91714.126

Jumat, 27 Juni 2014

Jangan Ikuti Arus

Ada kata-kata seorang teman yang sedikit membuatku sadar.

Kata-katanya yang bilang untuk tidak mengikuti arus

Baru kali ini juga aku mendengar ada orang yang bilang padaku tidak punya teman itu juga gak apa apa.

Orang yang setipe akan dikumpulkan

Aku terkadang memang memiliki masalah dengan pertemanan

Bukan masalah dengan teman, tapi masalah itu terdapat dalam diriku

Aku memang sulit untuk akrab dengan orang, tapi jika memang menemukan yang setipe, pasti akan menjadi teman akrab sampai kapanpun.

Terkadang aku berpikir, apa aku yang kurang terbuka, bahkan aku merasakan ada jarak dengan teman-temanku yang saat ini sering aku temui. Sedangkan dengan teman lama yang jelas-jelas jauuuh jaraknya, malah terasa begitu dekat.

Daripada rame, terkadang memang lebih asyik untuk sendiri.

Orang itu bilang kepadaku, menyuruhku untuk lebih sering di perpustakaan dan membaca apapun yang aku sukai.

Tanggapan orang yang bilang ansos atau jarang kumpul itu gaperlu di dengar.

Hahaha...
Sebenernya itu hal yang aku suka, tapi terkadang aku juga ingin menjadi orang biasa, yang ikut kumpul, ngerumpi dan pembicaran lainnya.

Sepertinya mengikuti arus ini sudah cukup ya, jadi diriku sendiri itu lebih dari cukup, gak perlu jadi orang yang sok akrab dengan orang lain, kalo memang cocok pasti akan nyambung dan akrab sendiri.

Sampai saat ini pun diperkenalkan dengan orang-orang yang gak terduga, dengan pendekatan yang biasa aja, dan tiba-tiba akrab dan dekat.

Karena orang-orang yang searus akan berkumpul, kalau arusnya sudah lain lebih baik memang tidak mengikuti arus.

Hahaha jadi diriku yang suka menyendiri, melakukan sesuatu yang orang lain anggap gak penting, dll.

Menolak ajakan buat nonton dan boros, yang bagi orang lain seru tapi sangat tidak nyaman untukku.

Sudah cukup mengikuti arus lain.

Arusku lebih seruuu... :)


TA.1514.270614

Marah

Bagaimana meredam ataupn mengendalikan diri saat kita marah??

Memang sulit untuk mengendalikannya, karena saat marah kita tidak sedang jadi diri kita sendiri..

Hanya satu cara yang mampu meredam, amarah akan membawa kepada penyesalan.

Sebagai seorang wanita, harusnya aku bisa lebih sabar, tidak membesarkan nada bicara, harusnya aku bisa mencegahnya.

Semoga bisa mengendalikan kemarahan.. Kamu harus sabar Tami...




TA.1501.270614

Sabtu, 21 Juni 2014

Not Special

Apakah aku berlaku bodoh? Memperdulikan orang yang tidak peduli terhadapku?
Sedikit-dikit minta ketemu, ngajak makan bareng, bahkan orang tersebut tidak pernah memintaku untuk bertemu tidak pernah mengajakku makan bareng. Kenapa selalu aku??
Apakah aku terlalu bodoh melakukan ini? Aku merendahkan harga diriku sendiri?
Lalu apa kenyataannya, baru sebentar aja udah tau kenyataan itu, haha ternyata ada orang yang lebih spesial. Hahaha aku pengen ketawa, menertawakan kebodohanku. Harusnya aku sadar sejak awal. Tapi kenapa masih memperdulikan, kenapa??? Bahkan aku juga gatau jawabannya.
Hati yang sudah terbuka memang susah sekali untuk tertutup.
ya Allah, kenapa Engkau membiarkanku merasakan perasaan ini lagi, kalau pada akhirnya ada rasa sakit.
Sebagian doaku memang meminta di dekatkan dengan jodohku, orang yang bisa membimbingku untuk selalu ingat denganMu. Apakah ini benar jawabannya? Jika benar tunjukkan ya Allah.
Jika memang dia jodohku, akan aku perjuangkan ya Allah, walau sedih seneng dll.
Aku yakin pasangan yang Allah berikan yang bisa membawaku ke kebaikan.

Ya Allah, jadikan aku wanita yang kuat, yang bisa melewati ujianMu, aku tahu dosaku sangat banyak, tapi Engkau selalu menyayangiku. Kuatkan aku pada tujuanku ya Allah. Dan bawa aku selalu di jalanMu. Aamiin.